Umum
Berkenalan Dengan Data Sebelum Memulai Analisis
Apa yang dimaksud dengan data?
Data menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia di laman kbbi.kemdikbud.go.id dijelaskan dalam 3 makna, yaitu:
Keterangan yang benar dan nyata
Keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan)
Informasi dalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer, seperti representasi digital dari teks, angka, gambar grafis, atau suara
Terdapat beberapa klasifikasi makna dari data, diantaranya adalah sebagai berikut:
Data primer dan data sekunder
Data lisan dan data tertulis
Data kualitatif dan data kuantitatif
Apa yang dimaksud dengan data primer dan data sekunder?
Data primer adalah data yang didapatkan oleh peneliti secara langsung dari objek yang diteliti. Sedangkan data sekunder adalah data yang didapatkan peneliti secara tidak langsung dari objek penelitian atau melalui sumber lain, secara lisan ataupun tertulis. Contoh dari data sekunder dapat berupa data dari laporan kinerja, data yang dipublikasikan oleh lembaga survey, dan data sejenis lainnya.
Apa yang dimaksud dengan data lisan dan data tertulis?
Data lisan didapatkan langsung dari pemberi informasi, sedangkan data tertulis didapatkan dari materi atau bahan tertulis.
Apa yang dimaksud dengan data kualitatif dan data kuantitatif?
Secara sederhana, data kualitatif dapat dijelaskan sebagai data yang bentuk asli tidak berupa angka, sedangkan data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka.
Data kualitatif terbagi menjadi data nominal dan data ordinal. Sedangkan data kuantitatif terbagi data interval dan data rasio.
Apa yang dimaksud dengan data nominal? Apa saja contoh data nominal?
Data nominal merupakan data kualitatif yang terbagi menjadi beberapa kategori tanpa ada perbedaan tingkatan ataupun hubungan antar kategori.
Contoh:
Jenis kelamin yang terdiri dari dua kategori yaitu pria dan wanita. Biasanya tiap kategori akan diberikan label atau simbol, misalnya label angka 1 untuk pria dan label angka 2 untuk wanita.
Jenis alat transportasi yang terdiri dari transportasi umum dan transportasi pribadi.
Apa yang dimaksud dengan data ordinal? Apa saja contoh data ordinal?
Data ordinal merupakan data kualitatif yang terbagi menjadi beberapa kategori dan ada perbedaan tingkatan ataupun hubungan antar kategori.
Contoh: Tingkat pendidikan yang terdiri dari beberapa level yaitu TK, SD, SMP, SMA, Sarjana. Contoh tingkat Pendidikan tertinggi adalah “Perguruan tinggi” dan terendah adalah “TK” (TK, SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi).
Apa yang dimaksud dengan data interval? Apa saja contoh data interval?
Data interval adalah data kuantitatif yang memiliki rentang dari nilai paling kecil hingga paling besar dan tidak mempunyai nilai nol yang mutlak.
Contoh: nilai ujian yang terdiri dari deretan angka 0 hingga 100.
Apa yang dimaksud dengan data rasio? Apa saja contoh data rasio?
Data rasio merupakan data kuantitatif, memiliki nilai nol yang mutlak dan tidak berentang.
Contoh: berat badan yang terdiri dari deretan angka dari nilai 1 hingga tak terhingga dan tentunya tidak ada berat badan dengan nilai 0 kilogram.
Apakah data yang telah didapatkan dari hasil proses pengambilan data dapat langsung diproses untuk uji statistik?
Tidak, data yang telah terkumpul tersebut terlebih dahulu perlu dilakukan proses persiapan data yang termasuk dalam tahapan manajemen data.
Apa yang dimaksud dengan manajemen data?
Manajemen data merupakan suatu proses yang dimulai dari persiapan, kemudian berlanjut pada implementasi pengolahan, dan evaluasi hasil pengolahan data.
Manajemen data merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak data dikumpulkan di lapangan baik di klinik maupun masyarakat.
Apa saja proses yang perlu diperhatikan terkait dengan proses persiapan data?
Editing data, coding, data entry, cleaning, dan transformasi data
Apa tujuan dari editing data?
Kegiatan editing sangat perlu dilakukan untuk menjaga kualitas data yang dimiliki. Tujuan utama dari dilakukannya kegiatan editing ini adalah untuk meneliti dan memeriksa kembali apakah pengisian pada instrumen pencatatan data atau lembar pengumpul data (kuesioner, dan lain-lain) sudah tercatat dengan baik.
Apa saja yang harus diperhatikan dalam proses editing?
Beberapa hal penting yang harus dijadikan perhatian dalam proses editing adalah:
Antisipasi kesalahan pengisian/pengumpulan data.
Melakukan pemeriksaan data langsung ditempat pengumpulan data untuk mengantisipasi terjadinya kekeliruan atau kesalahan dalam pengumpulan data. Langkah ini akan sangat efektif karena bila terdapat kesalahan maka upaya pembetulan data, seperti melaksanakan wawancara ulang atau pengukuran ulang dapat dilakukan secepatnya;
Kelengkapan jawaban atau pencatatan data.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada informasi yang missed saat proses pengumpulan data. Setiap jawaban dari pertanyaan harus diteliti dan dicek satu persatu untuk memastikan bahwa tidak ada pertanyaan bersyarat yang tidak terisi. (Misalnya pertanyaan "Pada umur berapa saudara pertama kali merokok?") hanya ditanyakan pada responden yang pernah merokok dalam masa hidupnya, bila jawaban untuk pertanyaan tersebut kosong, perlu dipastikan apakah memang karena responden tidak merokok, ataukah responden memang lupa untuk menjawab.
Kejelasan tulisan.
Tulisan yang tertera pada lembar pengumpul data harus dapat dibaca.
Konsistensi jawaban dan data.
Jawaban yang tertera harus logis dan konsisten. Contoh dari jawaban yang tidak konsisten: Seorang ibu menjawab pernah melahirkan hidup 7 orang anak, kemudian jawaban ibu tersebut atas pertanyaan "Berapakah umur ibu saat ini?" adalah 15 tahun.
Keseragaman satuan ukuran.
Jawaban yang tertulis dalam lembar pengumpul data harus menggunakan satuan ukuran yang sama.
Apa yang dimaksud dengan coding atau pengkodean?
Coding (pengkodean) adalah upaya pengelompokan atau pengklasifikasian jawaban berdasarkan kriteria tertentu. Pada proses pengelompokan ini secara umum dilakukan dengan cara memberikan kode atau label tertentu pada jawaban. Biasanya kode dapat berupa angka atau kata kunci tertentu.
Sebagai contoh: data jenis kelamin yang terdiri dari Laki-laki dan Perempuan. Terdapat 2 kemungkinan kondisi yang didapatkan dalam proses pengumpulan data, yaitu sebagai berikut:
Kondisi 1: Bila dalam proses pengumpulan data, peneliti memberikan pilihan pengisian kuesioner dalam pilihan Laki-laki atau Perempuan. Maka proses coding dilakukan dengan memberi kode angka sebagai representatif pilihan Laki-laki (kode angka: 1) atau Perempuan (kode angka: 2).
Kondisi 2: Bila dalam kuesioner tertera secara langsung kode angka jenis kelamin, 1= Laki-laki dan 2 = Perempuan, maka proses yang perlu dilakukan adalah memberi label dari kode angka tersebut, sehingga meminimalisir kekeliruan dalam pemaknaan kode angka atau pemberian label yang terbalik.
Catatan:
Proses coding, khususnya pada data kuantitatif, dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisis data sesuai dengan tujuan penelitian serta definisi operasional variabel penelitian.
Sebagai contoh untuk data berat badan, maka bila kebutuhan peneliti akan menganalisis menggunakan data berat badan dalam bentuk skala data rasio, data berat badan tersebut tidak diperlukan untuk proses coding. Tetapi bila kebutuhan peneliti akan menganalisis data berat badan yang terbagi 3 kategori, kurus-normal-obesitas, maka diperlukan proses coding dari data berat badan.
Apa yang perlu diperhatikan terkait dengan proses coding?
Peneliti perlu untuk membuat catatan khusus atau disebut juga sebagai code-book, yaitu suatu catatan yang berisi seluruh daftar variabel yang diteliti beserta keterangan bentuk skala data dari masing-masing variabel dan bila terdapat kategorisasi kode, maka dituliskan label atau nama dari kode tersebut.
Code-book tersebut akan sangat bermanfaat untuk menjadi pedoman peneliti serta meminimalisir risiko kesalahan dalam proses pemasukan data (data entry).
Apa yang dimaksud dengan data entry?
Data entry (pemasukan data) adalah proses yang dilakukan untuk record (merekam) seluruh data kedalam suatu format data yang sama. Proses ini secara umum bisa dilakukan secara manual ataupun memanfaatkan penggunaan komputer.
Apa saja macam program komputer yang dapat digunakan untuk melakukan data entry?
Banyak program komputer yang bisa dipakai untuk melakukan data entry misalnya word processor (Microsoft Word, dll), spreadsheet (Microsoft Excel, dll), data base management (Microsoft Access, dll), atau paket program statistik (R, SPSS, SAS, STATA, dll).
Untuk program komputer yang bukan termasuk dalam program statistik, maka akan diperlukan proses untuk konversi atau memindahkan data pada program statistik untuk proses analisis data lebih lanjut.
Apa yang harus diperhatikan sebelum melakukan data entry?
Sebelum data dimasukkan terlebih dahulu harus ditentukan struktur anatomi data yang akan digunakan untuk proses input data. Struktur data secara umum terbentuk dari pemberian nama kolom tabel data.
Sebagai contoh struktur data yang terdiri dari nomor urut responden, jenis kelamin, usia, tinggi badan, dan berat badan. Maka di dalam struktur data pada nama kolom tabel data tertulis berurutan nomor (kolom 1), jenis kelamin (kolom 2), usia (kolom 3), tinggi (kolom 4), berat (kolom 5).
Struktur data disesuaikan dengan kebutuhan analisis data yang akan dilakukan.
Catatan:
Untuk penggunaan data komposit (penghitungan skor dari beberapa pertanyaan yang terhimpun dalam 1 set pertanyaan), maka sebaiknya proses input data dilakukan dengan memasukkan tidak hanya nilai penghitungan skornya, tetapi juga seluruh jawaban item pertanyaan. Sebagai ilustrasi, bila peneliti mengkur tingkat pengetahuan yang didapatkan dari penjumlahan skor jawaban dari 5 pertanyaan (pertanyaan pengetahuan 1 – 5), maka di dalam struktur data dituliskan juga kolom input data untuk masing-masing pertanyaan kemudian kolom data untuk nilai penjumlahan skornya (bila Pengetahuan = P; maka terdapat kolom data P1, P2, P3, P4, P5, dan skor pengetahuan).
Apa yang dimaksud dengan pembersihan data (cleaning)?
Pembersihan data adalah proses untuk mencermati dan melakukan cek kebenaran data yang telah dimasukkan. Proses ini wajib dilakukan sebelum dimulainya proses analisis data. Karena data yang tidak bersih tentunya akan sangat riskan untuk memberikan hasil analisis yang keliru.
Apa yang dimaksud dengan transformasi data?
Transformasi data adalah prosedur yang dilakukan untuk tujuan meng-konversi data dengan mengikuti kaidah ilmiah yang berlaku.
Apa saja yang meliputi proses transformasi data?
Proses transformasi bisa berupa upaya merubah data dengan cara melakukan pengelompokan ulang kategori dalam variabel, pembuatan variabel baru dengan langkah perhitungan matematik, pemilihan kasus operasi logika konversi data, serta dapat pula dilakukan dengan penggabungan dan pemisahan data.